Demi Aku



Kaulah yang mengusap air mataku
Mengukir senyuman di wajahku
Berikan aku harapan
Tuk hidup dan menikmati dunia

Kau membuatku percaya
Dan tak bisa berhenti berharap
Akhir bahagia
Untuk kau dan aku
Menjadi kita

Rasa jenuhku, dan kekosongan di dalamku
Tergantikan olehmu

Membuatku tau bahwa kau ada
Tak berhenti menyayangiku
Namun tak memperbolehkanku mencarimu
Mencoba menggapaimu lebih dekat

Tidakkah kau lelah ?
Hanya memilikiku dalam mimpi
Menjadi seorang pesulap
Dan kemudian menjadi pangeran
Untuk menyenangkanku

Kau berikan aku dongeng
Aku ingin menetap
Kau ingin aku pergi
Tak mengijinkanku menetap terlalu lama
Agar aku tak terperangkap

Puaskah kau hanya dengan melihatku ?
Tanpa kemampuan memiliku seutuhnya
Karena dinding dunia yang memisahkan kita

Cukupkah bagimu ?
Hanya melihatku tersenyum dan tertawa
Tanpa aku mengenalmu
Tanpa kata terima kasih kuucapkan

Karna aku tak merasa cukup
Dan aku ingin mengenalmu
Meski harus menerobos dinding dunia

^-^

For The Sake of Me



You’re the one who wipe my tears
Carve a smile on my face
Give me hope
To live and enjoy the world

You make me believe
And can’t stop hoping
Happy ending
For you and I
Become us

My surfeited feeling, and the emptiness inside me
Replaced by you

Make me know that you exist
Never stop loving me
But never let me look for you
Try to reach you closer

Aren’t you tired ?
Simply own me in dreams
Become a magician
Then become a prince
To pleasure me

You gave me fairytales
I want to stay
You want me to leave
Didn’t let me stay too long
So I won’t be trapped

Are you satisfied just by looking at me ?
With no ability to own me entirely
Because of the wall that separates us

Is it enough for you ?
By just seeing me smiling and laughing
Without I know you
Without any thank you from me

Because I don’t feel enough
And I want to know you
Even if I have to break through the world’s wall

^-^

Minder Sebelum Masuk SMA

Hey…
Jadi, aku akan masuk ke SMA Kolese Loyola Semarang. Di satu sisi, aku seneng. Temen baru, tempat baru, pengalaman baru, dan banyak lagi deh. Iya, aku seneng bisa pergi dari rumah. YES!!! BEBAS!!! Tapi bukan rasa seneng yang aku rasain sekarang. Aku lebih merasa kuatir, dan takut.
Kenapa ? Karena jujur, aku gak merasa pintar. Ranking bagus, nilai bagus, semua aku dapat di sekolah pelosok. Beda level banget sama mereka yang akan aku temui. Dari sekolah-sekolah terkenal, dan favorit. Rasanya pasti akan beda banget dan berat.
Aku gak mau Papa dan Mama kecewa. Aku pengen mereka bangga sama aku. Gimana kalo nilaiku jelek ? Gimana kalo aku gabisa bersaing sama mereka ? Semua yang mereka kasih ke aku… Uang gedung, SPP, kosan, les, semua fasilitas dari mereka. Semua sia sia.
Papa & Mama berharap besar sama aku. Terlalu besar. Aku takut mereka akan kecewa. Karena aku hanyalah aku. Nilaiku gak selalu bagus. Dan kadang aku juga agak lambat mengerti pelajaran. Gimana kalo aku gak bisa ngikutin pembelajaran disana ?
Selain itu, aku minder. Jadi, udah ada Group yang anggotanya adalah mereka yang seangkatan sama aku di Loyola. Jelas banget, kehidupanku beda sama mereka. Candaan, gaya bicara, dan bahkan secara ekonomi beda. Mereka ada di kelas yang lebih tinggi dariku. Aku bukan siapa-siapa. Ngeri banget rasanya.
Emang sih, belom aku jalanin. Tapi ya gimana sii… namanya juga minder. Mereka pake I-Phone, aku pake Samsung aja yang 3jt. Gimana kalo aku diejek ? Aku tuh emang aneh orangnya. Suka gajelas, ngomong gak nyambung, gak mudengan, ya itu semua aku.
Di SMP kan kebanyakan temen udah tau aku dari SD, dari TK palah. Rasanya bisa jadi diri sendiri. Semau aku mau gimana, mereka tau kalo itu aku. Sedangkan di SMA ? Gimana kalo mereka gabisa nerima aku apa adanya ? Gimana kalo mereka benci sama aku ?
Banyak banget rasa gak enak yang ada di pikiranku. Ketakutan akan hal-hal yang buruk. Aku gak mau kasih kesan pertama yang buruk. Aku pengen memulai dari awal semuanya.
Serius aku gak kebayang akan gimana besok di SMA. Tapi… aku berharap kalo aku bisa menjalaninya dengan baik. Bisa beradaptasi dan punya banyak teman baru. Aku gamau nyerah sebelum memulai lah… Tuhan juga pasti punya rencana. Gak mungkin dia masukin aku ke Loyola tanpa rencana. Siapa tau malah banyak hal baik terjadi ?
Aku sih nyoba optimis aja. Percaya kalo apapun yang akan terjadi, Tuhan udah punya rencana. Dan Tuhan gak akan menjerumuskan aku, atau meninggalkanku. Mungkin Dia ingin aku belajar lebih giat ? Dan ingin aku lebih siap bersaing ? Siapa yang tau…
Hehehe. Udah, sekian aja sih. Curhat sekali dua kali gapapa lah. Kalo ada kesalahan kata-kata, mohon maklum. 

Makasih ^-^

Ketemu Greyson Chance



Heii…
Jadi tanggal 18 Juni 2016, aku ketemu sama idola aku yang paling aku sayang di acara Rooftop Party di Singapore. Yah… Aku udah 6 tahun nge-fans sama dia (sejak 2010) jadi ya tau lah rasanya bisa ketemu sama dia untuk pertama kalinya. Nah, mungkin kalian udah tau siapa dia, karena emang aku blak blakan aja ngefans sama dia. Dia adalah Greyson Michael Chance.
Sedikit aja cerita tentang aku sebagai enchancer (nama fans Greyson). Jadi tahun 2010 aku liat dia di TV, acara Ellen DeGeneres Show. Saat itu aku ada di Singapore, liburan. Terus ya aku catet nama dia, tapi malah kelupaan bawa catetan itu dan jadinya lupa namanya.
Terus, kakaknya temenku pasang fotonya Greyson jadi foto profilnya di sebuah medsos. Aku jadi inget sama dia dan nanya namanya. Dikasi taulah itu Greyson Chance (mungkin kejadian tahun 2012). Dan dari situ aku aktif di dunia enchancer. Banyak teman baru, fandom, fanpage, dan berbagai update tentang Greyson. Rasanya kami (enchancer) udah kayak keluarga. Saling curhat, saling vicall, saling akrab deh satu sama lain.
Aku pikir aku bisa selamanya gini. Tapi… ada saatnya aku memilih. Aku punya seorang pacar (sekarang mantan). Aku sayang sama dia. Dia sayang sama aku, tapi dia gasuka aku dengan sifatku yang sangat mengidolakan Greyson. Oke, aku akui kalo Enchancer, dan Greyson Chance udah kayak rumahku. Aku gabisa lepas dari mereka. Tapi, karena aku sayang sama dia, aku keluar dari enchancer.
Itu tindakan bodoh yang aku lakukan sebagai Enchancer. Pada akhirnya aku sadar, kalau seseorang menyayangi kamu dengan cara yang benar, dia akan menyayangi kamu sebagai kamu. Dia gak akan melihat kekuranganmu. Dia bisa menutup semua kekuranganmu dengan kelebihanmu. Di matanya, kau tanpa kekurangan, dan dia tak ingin mengubah apapun darimu.
Saat aku sadar, aku terlambat. Aku akhirnya putus sama dia (dengan berbagai alasan). Dan aku merasa hilang gitu aja. Aku merasa kesepian, dan bosan, dan sendirian. Gak ada lagi enchancer yang tag aku di fotonya. Gak ada lagi likes waktu aku post foto Greyson. Gak ada lagi chat-chat update tentang Greyson dan curhat galau enchancer ngeliat foto/video Greyson. Duniaku jadi sepi, dan kering.
Bodohnya aku… meninggalkan rumahku, tempat aku seharusnya berada, hanya untuk cinta yang tidak sungguhan. Padahal teman-temanku, para enchancer… Mereka peduli sama aku. Waktu aku bilang aku mau keluar, mereka semua mempertanyakan alasanku. Tapi aku gak memberi kejelasan.
Terlambat untuk menyadari, kalau meninggalkan enchancer hanya menyiksaku. Karena sebenarnya, aku tidak pernah berhenti mencintai Grey. Aku memikirkannya, merindukannya. Hanya saja tidak menunjukkannya. Aku salah. Dan aku memperbaikinya. Aku kembali, meski sedikit terlambat, dan banyak enchancer mulai diam karena aku yang meninggalkan mereka. Tapi saat aku kembali, mereka menerimaku, dan tidak memarahi kebodohanku.
Kalau kalian pikir semua selesai, kalian salah. Menjadi seorang fangirl itu sulit, sangat sulit. Di sekolahku, aku sendirian. Maksudku, enchancer. Tak ada teman untuk berbagi, dan bercerita. Kebanyakan temanku adalah K-Popers. Yah… jadi benar-benar tidak ada satupun yang juga enchancer sepertiku. Aku sendirian di sekolahku. Gak bisa cerita tentang Greyson ke siapapun. Kalau memaksa cerita juga mereka gaakan ngerti.
Masalahnya bukan disitu aja. Ada beberapa orang yang berusaha mengubahku. Taulah, membujuk aku agar pindah fandom. Mempertanyakan kenapa aku terus menerus menyukai Greyson. Kadang emang gak gampang. Gak ngerti apa yang mereka obrolin (artis korea ada banyak). Susah hang-out sama mereka. Beda selera baju dan lagu. Tapi aku gak mempermasalahkan semua itu. Emang aku akui itu gak gampang dan kadang menyakitkan. Sendirian, dan berbeda. Gak enak banget rasanya. Tapi aku gak menyerah tuh. Aku gak mau meninggalkan enchancer. Aku gak bisa.
Greyson itu seperti gaya gravitasi, sebuah magnet. Dan aku hanya salah satu dari miliaran manusia, sebuah jarum dari jutaan jarum. Dan meski aku mengetahuinya, aku tetap tidak bisa melepaskan diri darinya. Seperti, Tuhan memang menginginkan aku sebagai enchancer. Karena seberapa sering aku ingin keluar dan pergi, aku akan selalu kembali. Jadi, aku takkan pergi meninggalkan enchancer.
Yah… cukup tentang ceritaku. Jadi, aku ketemu Greyson. Aku akan certain kejadiannya. Langsung aja saat dia keluar menuju panggung. Aku memegang lengannya. Dan itu cepat banget, aku gak bermaksud menyakiti dia sama sekali. Tapi rasanya sulit untuk melepaskan tangannya. Lalu ada security yang menggenggam tanganku, memaksaku melepaskan Greyson. Aku hanya menatap security itu dengan tatapan sakit hati. Dan ya, tanganku sakit.
Tapi aku berusaha melupakan dan memaafkan. Mungkin dia gak bermaksud menyakitiku. Dia hanya mengerjakan tugasnya. Tapi tetep aja sakit. Jantungku serasa sakit setiap aku memikirkan kejadian itu, dan membayangkan tatapannya. Dia marah, padaku. Bukan Greyson, security itu. Maksudku, aku tidak bermaksud menyakiti Greyson, aku hanya ingin menyentuhnya. Gak perlu sekasar itu, dan menyakitiku.
Lupakan… Jadi Greyson menyanyi beberapa lagu. Dia keren banget !!! Disana aku hanya terpana. Memejamkan mataku, dan mendengarkannya. Suaranya begitu tenang, dan entahlah… Jantungku berdegup kencang, perutku seperti terpelintir. Aku ada sebuah Quotes yang sangat cocok untuk menggambarkan perasaanku saat aku mendengar, atau melihat, atau menyetuh Greyson :
Ini pasti yang dirasakan Lois Lane saat Superman menawarkan untuk membawanya terbang. *Reawakened by Colleen Houck.
Greyson kepanasan dan pipinya memerah, lalu rambutnya basah berantakan. Bisa kalian bayangkan betapa dia kelihatan… umm… aku bahkan tidak bisa menemukan kata yang sesuai. Menarik ? Bukan. Imut ? Bukan. Tampan ? Yaah, dia ganteng tapi bukan kata itu… dia kelihatan… indah. Senyumannya, suaranya, matanya, semua tentangnya. Aku hanya menyukainya, menyayanginya, dan mencintainya tanpa tau cara berhenti.
Aku sudah selesai dengan mereka yang selalu mengatakan kalau aku hanya seorang pemimpi. Sudah cukup dengan semua keraguan dan kata-kata mereka yang membuatku putus asa. Dulu, bertemu Greyson adalah sebuah mimpi. Tapi sekarang terwujud dan aku bisa mendengarkannya, secara langsung. Jujur saja, aku lebih menyukai dia menyanyikannya secara live. Suaranya lebih… lebih… lebih kusuka. Aku benar-benar tidak tau bagaimana mendeskripsikannya.
Pada akhir acara, tanda tangan. Ada fans yang baik membolehkan aku dan Sonia (aku datang dengan Sonia) untuk duluan. Dan aku benar-benar kewalahan dengan panitia acara ini. Mereka tidak memperbolehkan mengambil foto dengan alasan kalau mereka sudah menyiapkan fotografer. Tapi tidak ada fotografer dan saat aku bertanya mereka hanya bilang kalau gak ada waktu untuk foto. Apa apaan ! Kalo gitu biarin kita foto sendiri lah.
Untungnya aku minta Sonia untuk ambil videoku. Tapi gak hanya itu masalahnya. Aku udah menyiapkan kaos bertuliskan “Greyson Chance Signed This”. Tapi panitia gak memperbolehkan aku membawanya untuk ditandatangani Greyson. Yang boleh di tandatangani Greyson hanya album ATAU totebag. Uggghh… benar-benar deh. Jadi aku bawa totebag, dan Sonia bawa albumnya.
Waktu aku maju, aku gemetar hebat bukan main. Aku gugup banget. Dan aku cuma bilang kalo aku udah ngefans sama dia sejak 2010. Dan dia bilang “Thank You So Much.” Sambil senyum dan melihat ke mataku. Maksudku, benar-benar ke mataku. Bukan cuma itu, aku juga memegang tangan Greyson. Dia yang menjulurkannya, aku langsung mengambilnya tanpa melepaskan tatapanku dari matanya. Aku menggenggamnya dengan sangat kuat, benar benar… aku ingin waktu berhenti seketika itu juga. Tangannya yang hangat, menhangatkan tanganku. Membuatku rileks untuk sejenak. Melelehkan es yang ada di dalamku. Sangat nyaman, dengan senyumannya, dan rona merah di pipinya. Rasanya aku mau nangis saat itu juga, tapi security sialan malah menarikku !!! akhhh… aku tau kalian buru-buru, tapi biarkan aku menikmati momenku dong ! Menyebalkan !!!
Dengan sangat teramat terpaksa, aku melepaskan genggaman eratku. Melepaskannya. Tepat saat aku turun dari escalator, aku ingat. Aku belum memberikan hadiahku pada Greyson. Sial ! Bukan hadiah yang berlebih. Hanya 3 buah polaroids. Fotonya, dengan pesanku. Mewakili enchancer Indonesia. Aku bahkan tidak bilang kalau aku dari Indonesia ! Astaga ! Greyson benar-benar membuatku kehilangan keendali atas diriku.
Maaf, aku lupa bilang ini. Tapi ini agak aneh buatku. Jadi, pada awal acara hujan turun. Memang gak lebat sih, hanya gerimis. Tapi tetap saja ada banyak payung yang menutupi. Tapi saat Greyson akan keluar, hujan berhenti. Pelan-pelan. Jadi saat Greyson keluar, tidak ada lagi payung, dan tidak ada hujan atau gerimis. Yah… Greyson…
Jujur saja, aku belum puas. Aku tidak foto dengannya. Aku tidak memeluknya. Itu mengesalkan !!! Tapi… aku juga lupa mengatakan ini. Dia menatapku. Bukan saat tandatangan. Saat dia sedang menyanyi. Menatap kameraku, lalu aku. Atau sebaliknya. Tapi dia menatapku, dan aku langsung tersenyum begitu saja. Tatapanya membuat kebahagiaan mengaliriku. Yah, aku tentu merekamnya, dibantu Sonia beberapa. Aku hanya ingin mengenangnya, dan sudah kubilang, aku menyukai suaranya saat live.
Aku yakin. Pertemuan kami saat itu hanya sebuah awal. Dan aku akan bertemu lagi dengannya. Banyak yang bilang itu tak mungkin dan hanya mimpi. Tapi hey… mimpi bisa menjadi kenyataan. Dan bagiku, Greyson bukanlah mimpi. Dia adalah rumah. “Dan tak peduli berapa lama atau berapa jauh kita pergi, kita akan kembali ke rumah. Monica Sandy.”
Yak… gitu aja sih ceritaku. Pokoknya tetap yakin sama diri kamu sendiri. Ubah paandangan seseorang. Buat mimpi menjadi nyata. Dan bungkam mereka yang bermulut besar mengatakan kau tidak bisa. Karena itulah yang akan kulakukan. Sebenarnya kayaknya itu mulai jadi hobbyku deh… hehehe
Artikel ini gak ada maksud nyinggung siapapun. Maksud artikel ini adalah untuk sharing dan sebagai pengingatku betapa aku mencintai Greyson Chance. Kalo banyak kesalahan dan kekurangan mohon maklum dan dimaafkan.

Terima Kasih ^-^

Ketemu Keluarga Harmon



Hey…
Aku lagi super duper sangat teramat seneng nih !!! Akhirnya, aku bisa ketemu sama Mac Harmon. OMG OMG OMG OMG OMG OMG OMG. Aku aja masih gapercaya. Oke, aku akan cerita tentang M&G aku dan keluarga Harmon. Hihihi
Tanggal 2 Juni 2016. Aku di Bali sama Mama, dan Sonia. Aku dan Sonia dianter Mama & Pak Nyoman (supir sewaan) ke Hotel Serathon Kuta, Bali. Terus, kami ketemu sama 2 harmonator Bali, namanya Devi dan Indah. Mereka baik, dan ramah loh… Terus kami ketemu sama Karina dan Audrey, harmonator dari Bali juga. Kemungkinan sangat besar cuma Aku dan Sonia harmonator dari Jawa.
Pokoknya terus kita nunggu Mac. Saat dia keluar, damn ! Rame. Acara dimulai dengan perkenalan gitu. Terus tanya jawab gitu sama Mac & keluarga. Mac dateng gak sendirian, dia sama Dad Paul, Mom Karen, Emma, dan Jessica.
Mom Karen sempet cerita kalo waktu kecil Mac pernah manjat kulkas, dan dia gamau turun. Hehehe… Terus kita wawancara gitu deh. Aku minta Mac nyanyi, tapi dia gamau. Mungkin dia gasuka nyanyi kali ya… Tapi terus dia malah nge-flip gitu, gaya dance. Keren banget !!!
Dan… saatnya foto bareng. Waktu aku maju, gugup banget gilaa… Mac udah siap meluk aku, tapi aku malah nyalamin dia, terus cipika cipiki sama dia. Gak lupa, minta tanda tangan Mac. Aww… Abis itu kita selfie selfie. Aku nge-cium pipinya Mac Harmon ! Gilakkk… Gapercaya banget deh. Pipinya tuh hangat, lembut, halus, isshhh… Bikin meleleh… Gatau deh ya, dia tuh kece banget. Aku juga sempet peluk dia gitu. Terus kami foto bareng, pertamanya kami rangkulan, tapi terus dia meluk aku dari belakang. Astaga !!!
Selesai sama Mac, aku ke tempat keluarganya Mac. Pertama, foto sama Dad Paul. Dia baik sih kelihatannya. Tapi yah, aku gak ngobrol banyak sama dia. Aku terus sama Mom Karen, orangnya baik banget, lembut, ramah, penyayang juga kayaknya, Mama idaman deh kayaknya.
Udah… terus aku ketemu sama Jessica, dan Emma. Mereka baik-baik banget. Aku dapet peluk dari mereka berdua. Nah… Kan aku pake sweater dengan tulisan *Mac Harmon’s Girlfriend* terus mereka kayak bercanda gitu, kita kayak janjian mau makan malam bareng waktu thanksgiving atau natal. Huehehehe, semoga aja kesampean.
Yang super special. Sweater aku itu ditandatanganin sama semuanya. Mac & Paul & Karen & Jessie & Emma. Terus dapet peluk dari mereka… Aku kan jadi bilang kalo aku gamau nyuci sweater yang aku pake. Awalnya cuma bercanda, terus Emma bilang “Coba aku liat”, ya aku tunjukin kan tandatangannya. Terus sama Emma di cium !!! Astaganaga ! Kebayang gak si… Sweater aku di cium sama Emma Harmon ! Jadinya beneran deh, aku gaada niat nyuci sweaterku.
Belom puas aku sama Mac. Aku & Sonia naik lagi ke panggung. Aku foto & meluk Mac. Badannya anget banget. Suka banget sama parfumnya. Gatau parfum atau apa, tapi baunya enak, hangat, gitulah… Ohh… Badannya juga hangat banget. Astaga, aku seneng banget. Dipeluk Mac, nyium Mac pula (pipi). <3
Mac pake sepatu Topman kalo gasalah. *Info tambahan aja.
Pokoknya aku seneng banget bisa ketemu keluarga harmon yang baik-baik. Terus, belom selesai di ditu aja… Aku upload foto & videoku sama mereka. Di LIKE dan di COMMENT sama Jessica !!! Dia bilang “Sampai ketemu saat thanksgiving” OMG OMG OMG OMG, dia inget gitu… Seneng banget rasanya. Gak cuma itu, Mom Karen juga ngebales DM-ku. Dia bilang “Hi Girlfriend!...” Jadi aku udah pacaran sama Mac Harmon. Yee yee yeye yee yee… Gausah jeles ya. Mac punyaku PUNYAKU !!! Udah diaku sama Mama dan kakanya… Huehehehe… Seneng banget, Mom Karen juga nge-like foto-fotoku sama keluarga Harmon. Meski gadapet follow, tapi kan di notice lah ya.. *Aku gatau notice itu apa dalam bahasa Indonesia. :v
Yaps… Udah. Aku banyak mau pos foto. Dan jangan komen negatif. Ini blog-ku. Aku akan menulis dan mengepost apa aja yang aku mau. Di blog-ku gaada aturan untukku. Karena ada orang yang gasuka loat foto-fotoku sama Mac. Jadi, kalo gasuka ya urusan kamu. Mac aja santai. Aku cium dia juga udah ijin kok sama dia, dan dia gapapa. Oh… Dan aku liat kebanyakan cium pipi kanan Mac, kayaknya cuma aku yang cium pipi kiri dia. Tapi gatau juga si… hehehe. Enjoy…
Kalo ada kesalahan macem-macem, maklum ya. Ini sharing aja kok. Aku seneng banget sama keluarga Harmon. Aku harap, semoga aku beneran bisa pacaran sama Mac Harmon deh… hehehe… *-*


AKU & MAC :



AKU & ORANGTUA MAC :

Dad Paul & Aku

Aku & Mom Karen


        

AKU & SAUDARI MAC :
Jessie & Aku

Emma & Aku




TAMBAHAN :
Sonia & Indah & Aku & Devi

Sonia & Aku

Keluarga Harmon tanda tangan di kaosku ! XD


Mewakili Harmonator minta Mac nyanyi, tapi dia gak mau, malah ngelakuin Flip Back. Tetep Keren !!!
VIDEO !!! *BONUS*

*AKAN SEGERA DI UPLOAD MELALUI YOUTUBE* 
(LINK BELUM TERSEDIA)


Makasih ^-^